Mini Touring Curug Naga - Semedo


Cuurg Naga Dari kejauhan ketika cerah/Detik. Com -
Curug naga dari dekat ketika cerah - Detik.com
Libur panjang 5-8 Mei 2016 arus mudik terlihat seperti lebaran. Tiket kereta terkesan kejam untuk yang tidak cekatan untuk pemesanan jauh-jauh hari. Makanya Alkhamdulillah masih bisa mudik meski naik Bus. Mikir lagi di situ, kenapa aku masih status quo ini? kapan mudik bisa nyetir sendiri seperti orang-orang? Apa mereka begitu disiplin dalam pengelolaan keuangan atau terlalu hemat agar bisa mencapai keinginan? Atau gajinya kegedean? apa mereka punya bisnis atau hanya itu-itunya yang bisa dibanggakan? tersenyum kecut sambil menghitung-hitung karunia-Nya yang tak pernah putus untuk hambanya. Maka bersykur adalah kunci utama meredam dengki dendam. Nikmat mana lagi duduk manis selonjoran di dalam Bus yang nyaman, sementara melihat ke bawah sama-sama kena macet, harus nyetir menahan emosi, konsentrasi tinggi, kedua kaki harus ikut mikir, mata nggak boleh ngreyep. Itu baru logic... 

Dari Terminal Priok jam 17.00 dan perlu 2 jam hanya sampai lampu merah Enggano depan kantor meratus, jarak hanya barangkalai hanya 700M. Ambil kiri lewat tol cilincing, dan kembali merayap ke arah tol Cikampek. Dan sampai di Ajibarang, pukul 06:30. Normalnya jam 00:00 sudah sampai. Dan Hanif batal datang menjemput karena kopling motor putus, lalu aku naik micro bus dan ngeteng kembali senyum kecut mengulang hal yang terjadi sore kemarin. Sabar, ya bro..

Curug naga Dari kejauham - KiswongPic
Nyampai rumah 07:30, Nahda pangling, meronta dan menangis tidak mau kugendong. Perlu setengah hari ia mengenali Bapaknya. Hari-hari berikutnya bersama anak-anak bermain bersama, jalan-jalan naik motor dengan Nahda ke Hutan pinus, alangkah senangnya dia.

Sebenarnya hari-hari liburanku mau kuhabiskan bersama keluarga, tapi hari Sabtu tgl 7 Mei, gerombolan datang dan nyamperin. Padahal modus, itu mereka sudah dimobilisasi supaya datang nyamper agar izin pamitan berjalan kondusif dan lancar. Akhirnya turing dilaksanakan ber enam.
Rencana ini telah disusun beberapa hari sebelumya, koordinasi melalui udara tanpa bertatap muka memang mudah, tapi ada saja keganjilan yang terjadi di antaranya.
Curug Naga dari dekat - KsiwongPic
Salah satunya adalah, sudah tahu touring pakai motor gede, tapi ada yang pakai matic. Sudah tahu
touring tapi ada yang tidak bawa motor akhirnya mbonceng, dan itu jadi bahan olok-olok dan tertawaan. Lalu ada yang lupa bawa dompet, itu jadi bahan buly di sepanjang jalan dan setelah makan di warung sate Pak Sunaryo. Yang lebih tidak masuk akal adalah salah satu teman ketinggalan dan nyasar tidak mengikuti rute yang disepakati, akhirnya ia tertinggal dan batal ikut sambil mengumpat dan kirim sms ke semua anggota touring. ini baru lucu..

Jalur Kracak - Semedo
Gerombolan Tourung de Ngglembus - KiswongPic
Kami menempuh dari Gumelar jam 11:00 melalui darma keradenan, kracak dan tembus di Semedo. Di Pertigaan Semedo ada Masjid ke arah barat lurus ke desa Petahunan. Jalan Menanjak melebih Nagrek dengan track panjang dan berbelok-belok, disarankan agar tidak terlalu dekat di belakang kendaraan truck karena sangat berbahaya, 


Desa Petahunan
Setelah melewati tanjakan, ada dataran berupa desa Petahunan, bisa istirahat di sana ada Masjid dan warung-warung makan. Kami makan sate kambing di warung Pak Sunaryo per porsi 20.000 lumayan murah, nasi ambil sendiri. 

Lokasi
Melintasi desa Petahunan yang sudah beraspal namun banyak lubang dan beberapa rusak, lalu

Hujan Lebat- KiswongPic
berhenti di parkiran rumah-rumah warga. Parkir per kendaraan roda 2 dipatok Rp. 3.000 dan karci masuk Rp. 5.000. Saat tiba di desa petaunan hujan lebat, tapi kami tetap menuju lokasi dengan berhujan ria. Dan bisa ditebak, airnya keruh sehingga tidak bisa menyeberangi ke curug karena arus deras dan berbahaya.

Menuruni jalan setapak yang sudah ditata dengan batu gunung oleh warga sekitar, cukup rapih. Dan di kanan kiri jalan banya berjejer warung-warung penjual makanan dan kopi. Sawah terasering di sepanjang jalan sangat indah mengngatkanku daerah subak, Bali. Padahal aku ini wong deso tapi masih takjub saja main ke desa orang.

Hanya 30 menit saja menikmati air terjun curug Naga dan kembali naik karena waktu sudah sore. 





Nyampai rumah anak-anak sedang bercanda, Ibunya diam saja. Mati lampu pula...Dan kami mengabiskan malam dalam kegelapan, tubuh kelelahan. Paginya selepas subuh siap-siap, Emaknya bangun dari jam 3 untuk membuatkan bekal sang Jendral. Dari pagi Nahda ku gendong, dan situasi terbalik saat diminta gendong balik oleh emaknya dia nangis dan tidak mau lepas dari pundaku. Dan aku berangkat diantar Hanif ke Terminal. Alya ngadat karena minta tab agar ditinggal...

Ditengah jalan kukabarkan ke Injit Cemuts, tapi beberapa jam baru membalasnya, Gusar sebentar apakah ia sengaja atau masih dengan alasan yang sama ketika aku mudik kemarin yang balesnya jam 9 malam. Semoga kau selalu sehat, ya ic.. semua ada penjelasanya. Dicopy dirojer, aku ngerti dan jer jer..