Dari Priok jam 16:30 adalah jam horor macetnya ibukota. Kalau kata si Bos, jika saat ini telat masuk kantor alasan macet, diketawain orang. Emang baru tahu Jakarta macet? gitu katanya dengan bengis. Dari priok menuju Jak-Sel lewat pramuka melewati titik macet mulai Plumpang, Gading, Rawasari, Pramuka,. Dan sampai lokasi pukul 18:50, orang-orang sudah pada bersantap. Adat istiadatku kalau di tempat aneh seperti ini selalu inget kawan tionghoa yang sekarang menetap di Kediri namanya koh Bing, ia bilang kalau makan di Resto atau hotel mewah, ndak perlu pakai nasi, makanlah makanan yang jarang kita temui. Wong ndeso macam saya pasti mengamini wejangan itu dan sudah 15 tahun tetap terngiang sampai saat ini.

Saking jarangnya berkunjung ke suasana seperti itu, kami semua terdampak paparan norak akut, tak pandang umur, semua yang dari priok ambil makan paling banyak, ngomongnya paling kenceng, tidak perduli ada owner di situ dan orang expatriat. entahlah, saya kok ikut-ikutan kebawa arus, padahal mamang yang dituakan di situ. Kalau lagi makan enak kenapa selalu teringat yang di rumah ya? entahlah mungkin itu instink saja.
