Ketika Nahda bermain jongjang

Liburan natal dan akhir tahun2018 dan tahun baru 2019 kali ini sedang tidak banyak kegiatan kapal. Kantor memberikan setengah hari kerja pd tanggal 24 Des dan 31 des. Sisa cutiku 3 hari dan kumanfaatkan sebaik mungkin. Teman2 non muslim yang akan menyambut natal dan th. Baru sudah pada cuti mulai tgl 21 Des pas hari Jumat. Jakarta sepi, aku masih di ibu kota demi kebagian piket hari Senin tgl 24 Des, sebuah hari kejepit. 
Sabtu minggu menjadi hari yang mubazir tak ada kegiatan berarti di Jakarta sementara pikiran mengembara ke rumah pucuk pinus.

Senin tgl 24 des bekerja setengah hari, ada saja yang harus diselesaikan bareng si bos ketika orang2 sudah mulai cabut satu per satu. Jam 1500 akhirnya cabut dan berkemas menuju ke terminal, untuk arus balik sudah kukantongi tiket KA, Kutojaya utara tambahan untuk tgl 30 Des, lagi lagi kebagian hari kejepit dan tahun baruan di Ibukota.

Bus malam melaju cepat dan cenderung lancar karena kemungkinan para pemudik sudah memadati hari Jumat lalu. Sampai rumah jam 03.00 dan tak lama kemudian si kecil bangun.

Selasa, Tgl 25 Des 
Pagi ke pasar wage nganter istri belanja, semua ikut serta kecuali Hanif yang pergi tidur lagi.
Berkumpul di rumah dan menikmati hidangan ibunya anak2. Siang dikit jaga toko berharap rejeki dari sang maha pemberi.


Rabu, Tgl. 26 des
Ke kebun nengokin tanaman durian


Kamis, Tgl. 27 des
Bertamasya ngajakin Ibu ke Baturaden dan supermal Rita purwokerto, si sulung tidak berkenan ikut karena mau nungguin warung katanya.  Tempat wisata ramai pengunjung karena memang liburan anak sekolah. Makan dan minum sudah lanjut ke pasar Karanglewas, pasar besar dan lengkap untuk para kulakan para pedagang. Kita mampir untuk membeli perlengkapan dan isian warung Brewutmart. Eyang tetap dalam mobil dengan anak kakaku, Alya, Nahda ikut turun, Rubby ku gendong. Lalu menuju loss toko kelontongan memilih barang2 yang dicari. Setelah semuanya beres tinggal nota dan mengemas barang2. Aku tetap waspada dan tidak meleng sedikitpun akan anak2 yang bermain di belakang ibunya dan bergelayut dengan kakaknya. Entah bagaimana ceritanya dalam hitungan detik, ketika sedang siap2 pembayaran kusadari Nahda tidak terlihat, lalu kutanya Nahda mana. Sontak mamanya langsung panik dan teriak2, sambil mengawasi Alya kucoba tidak panik sambil mencari Nahda kupanggil namanya. Padahal anak ini terlalu dekat dengan ibunya, sedikit bergeser dari pandangan saja sudah mencarinya dan menangis karena memang masa sapihnya belum sempurna lalu ada adik datang ke muka bumi ini. Aku lari ke depan sambil tanya2 ada anak kecil berambut pirang dan kriwil apa tidak, semua menggeleng. Lalu aku ke belakang dan mulai berlari dan panik. Alya geleng kepala, mamanya teelihat pucat sementara tidak menyadari Rubby telah melorot dari gendongan, sudah 5 menit lewat Nahda tidak juga ketemu. Mamanya semakin histeris, semua pedagang berhamburan ikut membantu dan memayang istriku yang mulai lemas. Tiba2 ada sosok lelaki paru baya menuntun anak kecil  berambut pirang dari pojokan pasar belakang tempat yang sepi tidak ada orang dan lengang. Pria tua itu sambil menyerahkan Nahda ke kami bergumam, anak ini habis diajak jongjang sama orang “asing“. Seketika mamanya jatuh pingsan, Rubby ada yang gendong terlihat ibu2, lalu ada yang memberi air minum. Segera kugendong Nahda dan kembali ke toko untuk menyelesaikan pembayaran. Aku benar2 tak habis pikir, kenapa secepat kilat anak ini sudah pindah tempat yang jauh. Tanpa menangis tanpa teriak2 panggil mamanya. Aneh bin ajaib... Alllah maha baik dan dia telah kembali bersama kami . Ya Rabb terima kasih..


Jumat, 28 Des
bersih-bersih pekarangan, Jumatan
Di rumah saja


Sabtu, 29 Des
Jaga warung,
Jam 8 ke desa cilumus nyasar ke cirangkis, sudah kampung sunda.

Sore, Latih hanif stir mobil di lapangan cikeu sambil anter istri kondangan

Minggu, 30 Des
Siap2 berangkat 
Diantar hanif ke stasiun jam 11, sampai jam 12.20, kereta jam 13.20
Nyampai st. Senen jam 19.00, gojek 25K nyampai priok jam 20:00
tepar...