Dolan ke Kaligua

Sebetulnya sejak kecil sudah familiar dengan nama tempat pikinik ini, lagi pula jarak juga tidak terlalu jauh dari tanah lahir beta. Ya, itulah kaligua yang kutahu da
ri benak hanya kebun teh, tempat pegunungan dan beberapa bumbu penyedap dari kisah orang yang pernah berkunjung ke sana. Sama halnya ketika mendengar Baturaden, apa pentingnya? aku yang lahir di gunung sehari-hari tidak ada yang aneh dengan lembah, jalan kaki naik turun gunung, pepohonan, hutan dan sungai.

Kaligua lokasi tepatnya ada di sekitar Bumiayu, Paguyangan kab. Brebes, petanya di mari check 
Dari kampungku bisa ditempuh dalam waktu kurang lebih 3 Jam, melintasi desa Renggong, Patuguran, Winduaji, sebelum fly over rel kereta api Kretek ke arah Bumiayu, belok kanan dan jalan menanjak sampai lokasi. Jika bawa kendaraan roda dua asyiknya selagi muda dan baru tunangan pasti seru. Jika pakai kendaraan roda empat baiknya tidak usah nyalain AC dan bukalah jendela dan rasakan hawa demi hawa sejak dari jalan utama, hingga naik dan naik, sensasi perubahan suhu sangat segar menerpa wajah nan lugu serta bijaksana. Sepanjang jalan di kiri kanan terlihat hamparan sawah dan sayur mayur menhijau. 

Gas Pol.
Jangan kasi kendor, injek gas dan gigi rendah seperti saran dari setiap tulisan sebagai rambu di sepanjang jalan. Jalan cukup baik, hanya saat tulisan ini diturunkan kondisi banyak yang berlubang dan musti hati-hati ketika ditikungan tajam jalan banyak menyempit, kendaraan besar seperti truck banyak berpapasan. 
Rasa takjub ketika menyaksikan panen kol dan kentang di sepanjang jalan, para petani maupun pekebun terlihat bahagia. Mereka bekerja di tempat teduh, pasar hasil bumi yang pasti dengan harga yang baik, tanpa berpanas-panas terkena sinar matahari. 

Berangkat dari rumah jam 0700 dan sampai di lokasi utama Kaligua pukul 10.00 tepatnya tidak jauh dari pabrik Teh Belanda, Goa Jepang, Tuk Bening dan menara pandang. Enaknya piknik di saat non peak season alias hari libur besar, terasa dunia milik kita berdua. Tanpa bising, dan riuh rendah pengunjung sehingga terasa leluasa. Gelar tikar dan menikmati hidangan yang dibawa dari rumah begitu nikmatnya, padahal hanya berlauk kacang benguk diklonyom, tapi lahap bener, Sim..

Lalu menyusuri perkebunan, tlaga dengan air extra dingin, ngobrol menghilangkan penat. Subkhanallah indahnya ciptaan Illahi. 19042019