Mudik bontot

Menuju kampung halaman saat ibu kota dimana menjadi ladang mencari rejeki bagi jutaan orang dari seluruh daerah. Kota sudah lengang, sepertinya se Indonesia baru aku yang mudiknya terakhir pas mau malam takbir. Tapi bisa saja Kosim yang terakhir, ini cuma dugaan biasa saja.

Sawunggalih pagi mengantarku dari st. Senen menuju kota Purwokerto, ini lantaran tiket ini sudah kudapatkan sejak akhir maret lalu. Menjadi kegiatan lumrah setiap tahun, setelah pihak KAI melakukan penjualan tiket online baik melalui computer, atau aplikasi di henpun dengan durasi panjang yaitu rentang penjualan 90H. Di mana tiket sudah bisa dipesan untuk pemberangkatan 3 bulan yang akan datang.

Perjalanan mudik naik kereta lebih kusukai karena menyingkat waktu. Membayangkan gelak tawa anak2 yang menunggu ayahnya pulang adalah kebahagiaan yang tak bisa terganti dengan mercedes benz sekalipun.

Memasuki musim kemarau kanan kiri jalur kereta terlihat hamparan padi di sawah membentang sudah terlihat berbunga.
Mata ini tertuju pada seseorang yang jauh di sana, sedang apa gerangan ilok..