Wangen Tak Bertepi

Jika kita mau mengukur seberapa tingkat kepuasan dalam hidup saat ini tidak terlalu sulit menakarnya. Hukum relativitas sangat tepat untuk diterapkan di sini baik urusan rejeki, kebahagiaan, hingga tingkat penampilan seseorang. Hal sederhana bisa kita takar dari promo gadget yang berupa smartphone. Sangat mudah bagi kita saat ini untuk menentukan beli henpun yang mana ketika hanya cukup membaca RAM dan Memorynya saja. Pada jaman dahulu kala, kapasitas memory dalam satu disket hanya 1.4Kb dan berupa fisik yang segitu besarnya. Lalu hardisk, untuk menampung 650MB saja berkeping baja dengan balutan elektronik yang rumit. Menyusul keping CD, VCD, dan DVD yang bisa sampai menampung 4GB dengan praktis. Saat memory bisa diringkas menjadi sangat kecil maka munculah microSD, sebuah kepingan kecil yang bisa memuat hingga 8,16,32,64GB dan seterusnya.

Jika ada penawaran henpun 1/8 artinya RAM 1GB dan Iternal memory 8GB, sebetulnya itu sudah sangat cukup jika HP yang kita idamkan untuk komunikasi. Tapi tidak, maka ada 2/16, 3/32, 4/64 dan masih harus extend dengan external memory. Padahal jika untuk menyimpan ribuan lagu, nyatanya kita hanya sanggup mendengar beberapa lagu saja sehari. Dan jika untuk tujuan menyimpan foto maka jarang sekali kita menikmati gambar diam, tapi jika tak tersimpan atau terhapus saja menjadi sayang seribu sayang.

Sesungguhnya jelaslah sudah kita hanya membutuhkan kepada hal-hal yang benar kita butuhkan, selapar apapun kita saat puasa, bayangan makan ini itu hanya tipuan syahwat semata dan nyatanya ketika magrib tiba, rasa haus dahaga dan lapar sirna hanya dengan beberapa teguk air dan seuntai makanan. Perut kita juga tak akan sanggup menahan amukan hawa nafsu rakus, kecuali jika manusia ditakdirkan menjadi mahluk memamah biak.

Maka sebetulnya, apa lagi yang kamu khawatirkan? apa lagi yang buat aku lari dari pada-Nya rasa syukur ?


*) wangen. bahasa local Tlaga, mBanyumasan adalah mengartikan sifat yang tidak pernah ada cukupnya.